Senin, 11 Agustus 2014

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Tindak Lanjut Bimtek Akreditasi SMK

Posted: 10 Aug 2014 12:49 PM PDT

. Kepala Dinas PendidikanKabupate/Kota (terlampir) Kami informasikan bahwa Direktorat Pembinaan SMK bekerjasama dengan BAN-S/M pada bulan Juni 2014 telah mekasanakan bimbingan teknis Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan SMK (Pembekalan Akreditasi) terhadap SMK (daftar terlampir). Sebagai tindak lanjut dari bimbingan teknis tersebut akan dilakukan oleh asesor BAP-S/M setempat yang direncanakan mulai bulan Oktober 2014 untuk 300 SMK.Berkenan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara untuk berkenan menginformasikan kepala Kepala SMK dalam binaan Saudara tentang kesiapan kompetensi keahlian yang akan diakreditasi. Dinas Pendidikan dapat mengusulkan SMK lain sepanjang kuata akreditasi masih tersedia. Kami harapkan data tersebut dapat kami terima paling akhir tanggal 23 Agustus 2014 via email invest_pembelajaran@yahoo.com atau fax 021-5725474 atau surat pos.Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami sampaikan terima kasih. berikut untuk meng-unduh fileTindak Lanjut Bimtek Akreditasi SMK

BOS SMK Periode Juli 2014

Posted: 10 Aug 2014 12:00 PM PDT

th. 1.     Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia   Berkaitan dengan pelaksanaan penyaluran dana bantuan BOS SMK pada Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan tahun periode Juli Desember Tahun 2014. Perlu kami informasikan bahwa Salinan SK Penetapan SMK penerima BOS periode Juli-Desember 2014 Kelas XI dan XII Tahun Pelajaran 2014/2015 berdasarkan data penyaluran BOS periode Januari-Juni 2014 dapat dilihat dan diunduh di website dengan alamat : http://www.ditpsmk.net pada menu program, submenu subdit kelembagaan dan peserta didik, pilih BOS, pilih pengumuman terkait BOS. Selanjutnya kami harapkan Saudara segera mengirimkan pengajuan usulan BOS SMK dibantu secara teknis oleh MKKS/SMK Pusat Layanan TIK untuk mengusulkan SMK penerima bantuan BOS dengan data jumlah siswa per kelas Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam kolektif se-kab/kota sesuai format pengajuan usulan bos 2014. Beberapa informasi terkait BOS SMK adalah sebagai berikut: 1.     Bagi SMK-SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan BOS Periode Juli Desember 2014 Angkatan 1 untuk kelas XI dan XII, maka yang diusulkan adalah kelas X Tahun Pelajaran 2014/2015. 2.     Kekurangan data jumlah siswa pada kelas XI dan XII yang tercantum dalam lampiran SK Penetapan BOS Periode Juli Desember 2014 Angkatan 1 untuk kelas XI dan XII, maka segera dicantumkan dalam pengusulan. 3.     Kelebihan data jumlah siswa pada kelas XI dan XII, agar segera dikembalikan sesuai dengan informasi pengembalian pada web ditpsmk.net. 4.     Usulan bantuan BOS SMK dikirim ke email : usulan.bos.kpd@ditpsmk.net  ·       Dikirim oleh dinas pendidikan kab./kota dan/atau dinas pendidikan provinsi dan/atau MKKS/SMK Pusat Layanan TIK, setelah divalidasi dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi bagi SMK Binaan Provinsi; ·       Usulan dibuat dalam format sebagaimana tercantum dalam informasi di web ditpsmk.net pada menu program, sub menu subdit kelembagaan dan peserta didik, pilih BOS, pilih pengumuman terkait BOS ; ·       Subyek email : usulan_bos_juli-des_Kab/Kota... _Provinsi...._2014; ·       Data usulan selambat-lambatnya dapat kami terima pada Bulan September 2014 untuk Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 periode Juli Desember tahun 2014. 5.   Usulan ini merupakan usulan kolektif se-kabkota, bukan per SMK. 6.   Laporan Ringkas pemanfaatan dana BOS TA 2014 untuk periode Januari -Juni dan Juli-Desember 2014 ke laporan.bos.kpd@ditpsmk.net   Atas perhatian dan kerjasamanya yang baik disampaikan terima kasih.   TIM BOS SMK 2014

UNDANGAN LKS SMK TINGKAT NASIONAL XXII DAN PAMERAN UNGGULAN SISWA SMK TAHUN 2014

Posted: 10 Aug 2014 11:50 AM PDT

Alat praktik SMK Aceh sudah ketinggalan zaman

Posted: 10 Aug 2014 11:45 AM PDT

da Aceh (ANTARA News) - Alat praktik sekolah menengah kejuruan atau SMK, khususnya jurusan otomotif, di Aceh sudah ketinggalan zaman, kata Kepala Dinas Pendidikan provinsi itu Anas M Adam."Harus diakui, lulusan SMK di Aceh sulit bersaing di dunia kerja karena keterampilannya tidak up to date karena alat praktiknya ketinggalan zaman, buatan tahun 70-an," katanya di Banda Aceh, Jumat.Menurut dia, perkembangan teknologi sekarangan ini tidak terbendung lagi. Oleh karena itu, alat-alat praktik SMK juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun begitu, lanjut dia, pengadaan alat praktik ini terkendala dengan anggaran. Banyak anggaran yang dibutuhkan agar alat-alat praktik SMK tersebut mengikuti perkembangan zaman. "Misalnya teknologi kendaraan bermotor, seperti mobil. Mobil-mobil sekarang pengaturan bahan bakarnya menggunakan injeksi. Sementara, anak-anak SMK, praktik menggunakan teknologi tahun 70-an," ungkap Anas M Adam. Akibatnya, lanjut dia, ketika masuk ke persaingan lapangan kerja, mereka tidak bisa bersaing dengan lulusan SMK dari luar Aceh yang praktik dengan teknologi terkini. "Karena itu, kami mengajak pihak swasta, terutama perusahaan-perusahaan otomotif membantu alat-alat praktik SMK ini dengan teknologi terkini," kata Anas M Adam. Selain alat praktik, sebut Anas M Adam, kemampuan guru SMK juga harus ditingkatkan, sehingga mereka bisa mengajarkan keterampilan kepada anak didik sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. "Tujuan SMK ini, selain melahirkan tenaga-tenaga terampil yang siap menghadapi lapangan kerja, mereka juga harus mampu membuka lapangan pekerjaan, dan menampung banyak tenaga kerja," demikian Anas M Adam.Editor: Suryanto (Antara News)

Industri Otomotif Kembangkan SDM SMK

Posted: 10 Aug 2014 11:44 AM PDT

ARANG, suaramerdeka.com - Industri otomotif melakukan upaya link and match dengan dunia pendidikan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) sekaligus memfasilitasi proses belajar di sekolah menengah kejuruan (SMK).Industri yang bergerak di bidang otomotif dan melakukan langkah strategis tersebut salah satunya Nasmoco Group Jateng-DIY. Dealer resmi Toyota itu melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah terutama di bidang kejuruan untuk mewujudkan program vokasi.''Salah satu komitmen kami adalah mengembangkan SDM melalui pendidikan. Maka itu kami memiliki Toyota-Technical Education Program (T-TEP) yang mana antara Toyota korporasi, distributor, dan dealer resmi bersama-sama mempersiapkan lulusan jurusan teknik SMK untuk masuk ke industri otomotif,'' ungkap Managing Director Nasmoco Group Fatrijanto pada acara pemberian bantuan mobil Toyota untuk kegiatan praktikum siswa SMK di Nasmoco Training Center Tambakaji Semarang, Jumat (8/8).Menurut dia, sebagai siswa ataupun lulusan dari satuan pendidikan berbasis vokasi peserta didik perlu mendapat bekal ketrampilan agar siap menghadapi dunia kerja. Sehingga, berbagai fasilitas disediakan untuk institusi T-TEP berupa manual training, pengembangan kurikulum terbaru, pelatihan untuk guru, buku panduan technical Toyota, kesempatan latihan kerja, serta alat peraga berupa kendaraan roda empat.Pada kesempatan tersebut Nasmoco Group secara langsung menyerahkan bantuan kepada tujuh SMK yang menjadi binaan perusahaan itu, yakni masing-masing satu unit mobil praktik Toyota Kijang. Kendaraan praktik tersebut diserahkan kepada SMKN 2 Pengasih Yogya, SMKN 1 Magelang, SMK Bunda Satria Wangon, SMKN 2 Salatiga, SMKN 2 Surakarta, SMKN 2 Depok Sleman, dan SMK 7 Semarang.Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Kartono yang turut hadir menyampaikan, kerja sama antara industri dan sekolah merupakan bagian dari kebijakan link and match yang digulirkan pemerintah sejak tahun 1997.''Dengan didorongnya kebijakan tersebut dan pengembangan pendidikan vokasi, realisasinya dapat menekan jumlah pengangguran. Hal itu dapat dilihat dari keterserapan lulusan SMK di dunia kerja sebesar 88,3%. Bahkan jumlah SMK pun setiap tahun bertambah yang mana kini ada 1.428 SMK di Jateng,'' jelasnya.Maka itu, imbuh dia, dengan bantuan dari industri otomotif seperti Toyota ini harapannya dapat meningkatkan mutu SMK. ( Anggun Puspita / CN34 / SMNetwork )

Tengku Mukhtaruddin: Pemkab Anambas Prioritas Kembangkan SMK

Posted: 10 Aug 2014 11:42 AM PDT

mbas (BP) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas pada beberapa tahun ke depan tidak akan membangun SMA lagi. Sebagai gantinya Dinas Pendidikan Anambas akan terfokus memprioritaskan sekolah berbasis kejuruan di beberapa lokasi yang dinilai strategis. ”Kita akan membuat kajian untuk membangun dan mengembangkan  Sekolah Menengah kejuruan (SMK) di kabupaten kita ini,” ungkap kepala Dinas Pendidikan Anambas, Herianto kepada Bupati kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin saat acara silaturahmi antara Pemkab Anambas dengan PTT-KT dan PNS yang menjalani tugas belajar, di Gedung BPMS, Tarempa, Kamis (7/8). Saat ini di Anambas sudah ada tiga SMK. Dua di antaranya berada di Siantan Tengah dan sisanya ada di Kecamatan Jemaja Timur. SMK pertama yang lahir di Kabupaten termuda di Kepri ini terletak di Siantan Tengah dengan tiga jurusan, yakni Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Pariwisata. SMK tersebut baru saja meluluskan murid kelas III pertamanya dengan persentase kelulusan 100 persen. Sementara dua SMK sisanya berdiri secara bersamaan di tahun 2014 ini. SMK Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di Kecamatan Siantan Tengah, sementara SMK Pertanian dan Peternakan didirikan oleh Pemkab Anambas di Kecamatan Jemaja Timur, tempat di mana sentra pertanian diprediksi akan berkembang pesat di Anambas. Menurutnya, kedua lokasi yang telah ditentukan tersebut sangat tepat. Lokasi di Kecamatan Siantan Tengah contohnya, potensi perikanan di kecamatan tersebut sangat tinggi sehingga pada saat praktek tidak akan kesulitan lagi. ”Sementara di Jemaja merupakan sentra pertanian,” ujarnya. Herianto mengaku animo masyarakat, terutama pelajar terhadap SMK tersebut sangat tinggi. Terbukti saat pembukaan pendaftaran di SMK Pertanian dan Peternakan Jemaja Timur, hampir semua lulusan mendaftar ke sana. ”Kita sampai kewalahan, takut tidak cukup. Kita sebelumnya khawatir animo pelajar mendaftar ke SMK menurun. Tapi ternyata animo pelajar untuk mendaftar di SMK tersebut sangat tinggi,” kata Herianto. Namun Herianto mengaku masih kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di SMK-SMK yang ada, terutama yang bergerak dibidang kelautan perikanan. Menanggapi itu, Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin, segera menginstruksikan agar 11 mahasiswa asal Anambas yang akan lulus dari Joglo Tani Kota Yogyakarta pada September mendatang untuk ditugaskan sebagai tenaga pengajar di SMK Pertanian dan Peternakan di Jemaja Timur. ”Begitu lulus langsung kami tempatkan mereka di SMK Jemaja Timur,” tegas Tengku. Tengku menilai, para mahasiswa Joglo Tani tersebut bisa menjadi tenaga pengajar yang memadai di SMK Pertanian dan Peternakan Jemaja Timur. Pasalnya setelah menyaksikan pola belajar mahasiswa tersebut beberapa waktu silam, Tengku yakin akan kemampuan yang mereka dapatkan setelah lulus nantinya. ”Hari ini mereka belajar teori, besoknya seharian mereka akan turun ke lapangan untuk praktek langsung. Saya yakin setelah mereka lulus, mereka akan sangat berkompeten dibidang pertanian, sehingga cocok menjadi tenaga pengajar,” kata Tengku. Sementara untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, Tengku meminta Dinas Pendidikan Anambas untuk memaksimalkan tenaga yang ada saat ini, terutama yang berada di kantor-kantor Pemkab Anambas. ***

Produk Lulusan SMK Bersaing di Tingkat Dunia

Posted: 10 Aug 2014 11:36 AM PDT

utan6.com, Salatiga - Berawal dari kebutuhan ekonomi, 2 orang kakak beradik asal Salatiga, Jawa Tengah, berhasil menjadi salah satu pembuat desain mesin yang diakui kehebatannya oleh dunia.Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (10/8/2014), berbagai hasil karya mereka saat ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan terkemuka diseluruh dunia, mulai dari peralatan rumah tangga hingga pesawat jet.Di rumah sederhana di Jalan Canden, Kota Salatiga, Jawa Tengah, 2 orang kakak beradik Arfi'an Fuadi dan Ari Kurniawan mewujudkan mimpi mereka untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Melalui hal yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan. Melalui design enginering, kedua kakak beradik ini mampu meraup dolar yang kemudian membawa ekonomi keluarga mereka menjadi lebih baik.Lulusan SMK ini mengerjakan semua proyek pesanan dari berbagai perusahaan besar di dunia. Mulai dari Amerika, Inggris, hingga sejumlah negara Eropa lainnya dikerjakan oleh Afi'an dan Kurniawan, dengan menggunakan program 3 dimensi.Hasil karya mereka mencapai puncaknya saat memenangi perlombaan internasional, untuk membuat engine bracket atau mesin pesawat jet. Mereka bahkan mengalahkan 3 insinyur berpengalaman dari berbagai negara yang selama ini dikenal sebagai produsen pesawat terbang.Selain membuat desain mesin, saat ini mereka juga tengah membuat proyek sebuah pulpen tanpa tutup. Keistimewaan dari pulpen esklusif ini adalah dari bahan pembuatannya yang dibuat dari bahan titanium.Meski dengan berbagai keterbatasan dana dan peralatan, saat ini 2 kakak beradik yang dibantu oleh 6 orang karyawan ini telah menunjukkan bahwa lulusan SMK Indonesia mampu bersaing di level dunia. (Ado)

Jumat, 08 Agustus 2014

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1.500 Prajurit TNI Akan Mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013

Posted: 07 Aug 2014 05:32 PM PDT

Jakarta, Kemdikbud --- Sebagian anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di kawasan terpencil, terluar, dan terdepan (3T) merangkap menjadi guru di sekolah yang berada di wilayah tersebut. Mereka akan menjalani pelatihan Kurikulum 2013 pada akhir Agustus atau awal September 2014 mendatang. Demikian salah satu butir hasil pertemuan antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Markas Besar TNI. Pertemuan yang digelar di Gedung E lantai 5 Kompleks Kemdikbud, Kamis siang, (07/08/2014) itu merupakan tindak lanjut pertemuan Mendikbud dengan Panglima TNI sehari sebelumnya, Rabu, (06/08/2014). Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali buku Kurikulum 2013 berupa buku pegangan guru dan buku siswa. “Dihitung langsung sebagai bahan latihan,” ujar Hamid. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas, Sumarna Surapranata mengatakan, pelatihan guru dirancang dengan pola 50 jam. Ia telah menyiapkan 45 narasumber terbaik untuk menyukseskan pelatihan ini. “Yang kami rancang sementara pesertanya 1.500 orang dari seluruh negeri,” ujarnya. Pelatihan diselenggarakan di tiga wilayah yaitu timur, tengah dan barat. Ada dua kriteria prajurit TNI yang mengikuti pelatihan ini, yaitu prajurit yang sedang melaksanakan dan yang akan melaksanakan tugas. Sementara perwakilan dari Mabes TNI, Djaenuri mengatakan, sebagaimana arahan Panglima TNI, prajurit TNI yang bertugas di daerah perbatasan menjalankan dua fungsi. Pertama, pertahanan secara fisik. “Kedua, pertahanan secara budaya,” ungkapnya. Djaenuri berharap, sebagai awal, pelatihan difokuskan kepada prajurit yang bertugas di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sebab di kawasan inilah terdapat titik-titik kerawanan terkait nasionalisme dan bela negara. Selain pelatihan guru, pertemuan juga membahas rehabilitasi sekolah rusak dan pembangunan unit sekolah baru (USB). “Membangun USB, kita arahkan yang satu atap, terutama daerah-daerah yang jumlah siswanya dan komunitasnya kecil,” ucap Hamid. Kalau perlu gedung SMA dibangun di dekatnya. Turut hadir dalam pertemuan Sekretaris Ditjen Dikdas, Thamrin Kasman; Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadal; Direktur Pembinaan SMP, Didik Suhardi; Direktur Pembinaan SMK, M. Mustaghfirin Amin; Staf Khusus Mendikbud Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Agnes Tuti Rumiati; dan perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMA dan SMK. Rencananya, pertemuan akan dilanjutkan pada Senin, 11 Agustus 2014, untuk membahas hal yang lebih teknis. (Billy Antoro)

390 SMK di Lampung Krisis Guru Produktif

Posted: 07 Aug 2014 05:31 PM PDT

DARLAMPUNG - Permasalahan kekurangan guru produktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kian meluas. Berdasarkan data yang didapat Radar Lampung (Grup JPNN) kemarin (7/8), total ada 390 SMK negeri/swasta di Provinsi Lampung yang mengalami persoalan serupa. Minimnya kuantitas guru disebabkan semakin banyaknya pengajar produktif SMK yang pensiun setiap tahunnya. Ini semakin diperparah karena perguruan tinggi di Lampung tidak mampu mencetak guru SMK. Hal tersebut secara tidak langsung mengancam keberlangsungan SMK tersebut. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung Heri Suliyanto angkat bicara terkait masalah ini. Dia mengakui jika untuk sementara pemerintah hanya bisa berharap kepada guru SMK dari luar daerah. Namun, solusi terbaiknya adalah pemerintah kabupaten/kota bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyediakan formasi guru SMK. "�Saya sudah mediasi dengan pihak Unila. Memang benar untuk membuka prodi (program studi) tidaklah mudah dan butuh waktu. Maka dari itu kami masih berharap guru SMK dari luar daerah,"� jelasnya. Karena itu, Heri meminta pemerintah daerah dapat lebih bijaksana dalam menyusun formasi CPNS, khususnya guru. Selama ini formasi guru yang dibuka selalu bidang studi umum yang jumlahnya sudah banyak. Jumlah SMK negeri/swasta yang krisis guru produktif di Lampung mencapai ratusan. Rinciannya di Bandarlampung sebanyak 59 sekolah; Lampung Utara (21); Lampung Selatan (38); Lampung Barat (7); Lampung Timur (55); dan Lampung Tengah (52). Berikutnya Waykanan (24); Tulangbawang (21); Tanggamus (20); Pesawaran (16); Metro (20): Tulangbawang Barat (17); Pesisir Barat (3); Mesuji (10); dan Pringsewu (27). (cw2/c4/ade)

Kamis, 07 Agustus 2014

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Untuk Pertama Kalinya Mahasiswa Indonesia Raih Emas dalam Kompetisi Matematika Internasional

Posted: 06 Aug 2014 10:50 AM PDT

Jakarta, Kemdikbud --- Tujuh mahasiswa Indonesia mengikuti International Mathemathics Competition (IMC) 2014 yang digelar 29 Juli hingga 4 Agustus 2014 di Bulgaria. Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil meraih medali emas (First Prize) dalam ajang internasional tersebut. Medali emas tersebut diraih Muhammad Yasya, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). “Sebuah prestasi  internasional yang membanggakan bagi Indonesia di tahun ini setelah sebelumnya hanya meraih silver,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Belmawa Ditjen Dikti), Widyo Winarso. Mewakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Widyo turut dalam penjemputan ketujuh mahasiswa yang menjadi peserta IMC 2014, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa malam, (5/8/2014). Mereka adalah Muhammad Yasya (First Prize) mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Yoshua Yonathan Hamonangan (Second Prize) dari jurusan Matematika Universitas Indonesia (UI), Pramudya A (Second Prize) dari Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), Taufiq A (Third Prize) dari Matematika UGM, Sofihara Alhazmi (Third Prize) dari Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kemudian dua mahasiswa peraih penghargaan Honorable Mention yaitu Dian Sitorumi dari Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Muhammad Ardiyansyah dari Matematika UGM. Widyo berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk memperluas bidang kompetisi perguruan tinggi di kancah internasional, tidak hanya untuk bidang Matematika. Ia juga mengatakan, sesuai Permendikbud Nomor 95 Tahun 2013, para pemenang kompetisi internasional akan mendapatkan beasiswa S1 untuk peraih medali perunggu, beasiswa S1 dan S2 untuk peraih medali perak, dan beasiswa S1, S2 dan S3 untuk peraih medali emas. International Mathemathics Competition (IMC) 2014 merupakan penyelenggaraan yang ke-21, dan merupakan keikutsertaan Indonesia yang ke-3. Setiap kompetisi terdiri dari dua sesi (lima jam setiap sesi). Bidang yang dikompetisikan adalah aljabar, analisis (real dan complex), geometri dan kombinatorial dengan pengantar bahasa Inggris. Ajang internasional tahunan ini  telah diikuti peserta lebih dari 193 institusi dari 44 negara. (Seno Hartono/Desliana Maulipaksi)

Kemdikbud dan TNI Perkuat Kerja Sama Berikan Layanan Pendidikan di Daerah Perbatasan

Posted: 06 Aug 2014 10:44 AM PDT

Jakarta, Kemdikbud --- Pada awal September 2011, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang saat itu masih bernama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah sepakat bekerja sama  untuk mengembangkan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani Mendiknas Mohammad Nuh (sekarang Mendikbud) dan Panglima TNI saat itu, Agus Suhartono. Tahun 2014 ini, Mendikbud Mohammad Nuh dan Panglima TNI Moeldoko sepakat untuk memperkuat kerja sama tersebut dengan meningkatkan sinergitas sumber daya antara Kemdikbud dengan TNI. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal di daerah perbatasan. “Kita ingin melakukan sinergitas sumber daya antara TNI dengan Kemdikbud khususnya dalam memberikan layanan pendidikan. Mulai dari PAUD, pendidikan dasar, sampai pendidikan menengah. Kalau perguruan tinggi relatif adanya di perkotaan,” ujar Mendikbud M. Nuh saat menggelar jumpa pers di kantor Kemdikbud, Jakarta, (06/08/2014). Bentuk sinergitas sumber daya tersebut antara lain melalui pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas perbengkelan yang dimiliki TNI di setiap daerah perbatasan. Untuk pemanfaatan SDM, para anggota TNI akan menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang ada di daerah perbatasan. “Dalam waktu dekat kami mempersiapkan untuk memberikan pelatihan kepada anggota TNI yang ada di pelosok-pelosok, yaitu pelatihan mengajar,” kata Mendikbud. Dalam jumpa pers, Panglima TNI Moeldoko juga mengatakan, para anggota TNI sebenarnya sudah biasa melatih atau mengajar, karena mereka telah dibekali cara memberikan instruksi. Hanya perbedaannya terletak pada konten pengajaran atau pelatihan, yang nantinya akan diberikan oleh Kemdikbud saat pelatihan. “Dalam konteks kontribusi TNI dalam memberikan sesuatu kepada anak-anak di daerah perbatasan dan terpencil, kami memiliki semangat yang kuat untuk memberikan sesuatu. Kedua, kami memiliki niat baik. Dan ketiga, kekuatan kami juga karena adanya kemampuan,” ujar Moeldoko. Ia mengatakan, materi mengajar yang akan diberikan Kemdikbud untuk membekali para anggota TNI mengajar di daerah perbatasan tentunya disesuaikan dengan kondisi terkini. Dalam pembekalan nanti, mereka akan mendapatkan materi tentang Kurikulum 2013. “Sehingga konten mengajar pas dengan perkembangan terakhir kementerian (Kemdikbud),” katanya. Mendikbud pun berjanji akan menyiapkan pelatih terbaik untuk melatih para anggota TNI, yaitu dengan mengambil instruktur nasional yang memiliki kualifikasi terbaik. Selain sinergitas SDM, akan dilakukan juga sinergitas fasilitas. TNI memiliki fasilitas perbengkelan di setiap daerah perbatasan berupa bengkel otomotif, alat komunikasi, hingga masak-memasak. Bengkel-bengkel tersebut dapat dimanfaatkan siswa SMK untuk melakukan praktik. (Desliana Maulipaksi)